Total Tayangan Halaman

Minggu, 27 Oktober 2013

Cara Budidaya Cabe Berbasis Organik Dalam Polybag atau Pot


http://3.bp.blogspot.com/-9Wc22VeywQ8/T9gVrrOHLEI/AAAAAAAAAXY/QJxmLzreJiQ/s1600/cabai2.jpg


Bertanam cabe dalam polybag di lokasi sempit atau perkarangan relatif mudah dilaksanakan, apalagi berbasis pertanian organik. Dimasa mendatang, karena kesadaran konsumen untuk mengkonsumsi sumber makanan yang sehat dan bergizi semakin meningkat dan hasil produksi pertanian organik lebih bermutu dibanding budidaya pertanian yang menggunakan bahan kimia, maka prospek pertanian organik lebih baik dan menguntungkan.
Berikut informasi yang saya dapat mengenai Cara Budidaya cabe Berbasis Organik Dalam Polybag atau Pot:

Pembibitan :

  1. Benih yang telah berkecambah atau bibit cabe umur 10-14 hari (biasanya telah tumbuh sepasang daun) sudah dapat dipindahkan ke tempat pembibitan.
  2. Siapkan tempat pembibitan berupa polybag ukuran 8 x 8 cm. masukkan ke dalamnya campuran tanah, bambu dan Tricho Kompos.
  3. Pindahkan bibit cabe ke wadah pembibitan dengan hati-hati. Pada saat bibit ditanam di polybag/pot, tanah disekitar akar tanaman ditekan-tekan agar sedikti padat dan bibit berdiri tegak. Letakkan bibit di tempat teduh dan disirami secukupnya untuk menjaga kelembabannya. Pembibitan ini untuk meningkatkan daya adaptasi dan daya tumbuh bibit pada saat pemindahan di tempat terbuka.
  4. Bibit bisa ditanam di polybag setelah berumur 21 hari.

Penyiapan Media Tanam Polybag :

  1. Siapkan Polybag tempat penanaman berukuran 35cm X 35cm yang diberi lubang kiri kanannya untuk pengaturan air.
  2. Buat Campuran dengan komposisi tanah, pupuk kompos dan arang sekam (brambut) dengan perbandingan 2:1:1 sebanyak yang dibutuhkan. penggunaan sekam bertujuan untuk memperbaiki drainase sehingga air tidak tergenang dalam polybag.
  3. Semprot dengan PGPR (Plant Growt Promotion Rhizabacteri) untuk mematikan hama pengganggu dakam media tanah dan tunggu beberapa jam.
  4. Bahan-bahan tersebut disiram dengan air dan PGPR dengan perbandingan 1:15 liter.
  5. Masukkan campuran tersebut ke dalam polybag setinggi 3/4 dari volume polybag.

Penanaman :

  1. Bibit yang telah berumur 21 hari sudah siap ditanam dalam polybag atau pot.
  2. Pilih bibit cabe yang baik yaitu yang pertumbuhannya tegar, warna daun hijau, tidak cacat atau terkena hama penyakit.
  3. Siapkan polybag yang akan ditanami, padatkan permukaan media tanah, siram dengan air ditambah PGPR lalu letakkan di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung.
  4. Wadah media bibit dari plastik harus dibuka dulu sebelum ditanam. Hati-hati supaya tanah yang menggumpal akar tidak lepas.
  5. Waktu penanaman pada pagi atau sore hari untuk mengurangi penguapan.
  6. Bibit ditanam sebatas pangkal batang dengan posisi tegak lurus, tanah di sekitar batang dipadatkan agar perakaran lebih kuat kemudian dilakukan penyiraman.

Pemeliharaan :

  1. Pewiwilan atau perempelan; dilakukan terhadap tunas samping yang muncul sebelum pembungaan agar tanaman tumbuh besar terlebih dahulu. Lakukan Perempelan daun-daun tua, bunga pertama dan seluruh tunas yang keluar dari ketiak daun dibawah percabangan pertama.
  2. Penyiraman; Apabila tidak ada hujan, penyiraman dilakukan setiap hari sampai umur 2 minggu, setelah itu penyiraman cukup dilakukan 2-3 kali seminggu atau sesuai dengan kondisi kelembaban tanah. Penyiraman tanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum jam 09:00 pagi, karena pada siang hari tanaman banyak membutuhkan air untuk proses fotosintesis.
  3. Pemupukan; Setelah usia 1-2 minggu semprot dengan pupuk NPK Cair (Yang organik ya; banyak dijual koq di tempat kebutuhan Pertanian dan perkebunan).
  4. Pengendalian hama; hama yang dominan menyerang adalah kutu daun, thrips dan lalat buah sedangkan penyakit yang timbul diantaranya layu bakteri dan virus mozaik yang menyebabkan stagnasi dan kematian tanaman. Adapun pengendalian yang bisa dilakukan seperti berikut:
  • Untuk mengendalikan hama lalat buah dapat digunakan “eugenol”/petrogen untuk menarik lalat buah yang ditempatkan disetiap sudut lokasi pertanaman cabe dalam polybag.
  • Untuk mengendalikan serangga pengisap daun seperti Thrips, Aphid, Penyakit busuk buah kering (Antraknosa) yang disebabkan cendawan, bisa menggunakan Pernab Mozaik.

Masa Panen dan Pemetikan :

  1. Pada umur 60 hari setelah tanam, cabe dalam polybag sudah masuk fase generatif yaitu mulai berbunga dan pematangan buah sampai umur 70 hari setelah tanam. Panen pertama dilakukan pada umur 75-80 hari kemudian panen berikutnya setiap 3-4 hari sekali atau sesuai dengan kondisi buah.
  2. Pemetikan dilakukan dengan hati-hati agar percabangan atau tangkai tanaman tidak patah.
  3. Setelah pengunduhan lakukan penyemprotan dengan pernab mozaik.
Ternyata menanam cabe dalam polybag cukup mudah dilaksanakan dan tidak memerlukan biaya yang besar. Begitu pula tanaman terong, tomat, dan sebagainya. Caranya tidak jauh bebeda dengan keterangan di atas.
Budidaya seperti ini merupakan salah satu upaya kita memanfaatkan lahan pekarangan rumah atau lahan disekitarnya yang masih kosong, disamping untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus memperindah halaman rumah. Apabila dilakukan di Areal yang luas, tanaman cabe dan lain-lain bisa menjanjikan peluang bisnis yang cukup baik (Insya Allah), selain menjual hasilnya juga bisa menjual benihnya.

Terima kasih kami ucapkan untuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan untuk penyebarluasan informasi mengenai Cara Budidaya Cabe Berbasis Organik Dalam Polybag atau Pot.

Sumber : http://www.hennyfaridah.name

Senin, 19 Agustus 2013

Manfaatkan sampah

           Memanfaatkan sampah rganik untuk dijadikan kompos.
Ada beberapa alternatif cara yang dipilih untuk membuat kompos sesuai kondisi lokal.
- Kompos jadi siap pakai
Pada daerah yang banyak terdapat sampah kota dan desa yang telah mengalamiproses pembusukan dan penghancuran yang cukup lama di alam terbuka, dapatditerapkan cara ini, sebagai berikut:
  • Gali tumpukan sampah (garbage atau sampah lapuk) yang sudah seperti tanah
  • Pisahkan dari bahan-bahan yang tidak dapat lapuk
  • Jemur sampai kering, lalu ayak
  • Bubuhkan 50 – 100 gram belerang untuk setiap 1 kg tanah sampah.
Bahan:
  • 2 1 /4 hingga 4 m3 sampah lapuk (garbage)
  • 6,5 m3 kulit buah kopi
  • 750 kg kotoran ternak memamah biak (± 50 kaleng ukuran 20 liter)
  • 30 kg abu dapur atau abu kayu
Cara Membuat
  1. Buatlah bak pengomposan dari bak semen.Dasar bak cekung dan melekuk di bagian tengahnya. Buat lubang pada salahsatu sisi bak agar cairan yang dihasilkan dapat tertampung dan dimanfaatkan.Atau buatlah bak pengomposan dengan menggali tanah ukuran 2,5 x 1 x 1 m(panjang x lebar x tinggi). Tapi hasilnya kurang sempurna dan kompos yangdihasilkan berair dan lunak.
  2. Aduk semua bahan menjadi satu kecuali abu. Masukkan ke dalam bakpengomposan setinggi 1 meter, tanpa dipadatkan supaya mikroorganismeaerob dapat berkembang dengan baik. Kemudian taburi bagian atastumpukan bahan tadi dengan abu.
  3. Untuk menandai apakah proses pengomposan berlangsung dengan balk,perhatikan suhu udara dalam campuran bahan. Pengomposan yang baikakan meningkatkan suhu dengan pesat selama 4 – 5 hari, lalu segeramenurun lagi.
  4. Tampunglah cairan yang keluar dari bak semen. Siram ke permukaancampuran bahan untuk meningkatkan kadar nitrogen dan mempercepatproses pengomposan.
  5. 2 – 3 minggu kemudian, balik-balik bahan kompos setiap minggu. Setelah 2 -3 bulan kompos sudah cukup matang.
  6. Jemur kompos sebelum digunakan hingga kadar airnya kira-kira 50 -60 %saja.Kalau di daerah kita tidak tersedia kulit buah kopi, cara ke II dapat diadaptasidengan menggantikan kulit buah kopi dengan hijauan seperti Iamtoro ataulainnya.
 
- Kompos Sistem Bogor
Bahan :
- Sampah mudah lapuk (garbage)- Jerami yang sudah bercampur dengan kotoran dan air kencing ternak.- Kotoran ternak memamah biak- Abu dapur atau abu kayu
 
Cara Membuat:

  1.  Timbuni campuran jerami dan sampah setinggi 25 cm di atas bedenganberukuran 2,5 x 2,5 meter.
  2. Timbun lagi campuran kotoran dan air kencing ternak di atas timbunan taditipis-tipis dan merata.
  3.  Timbun lagi campuran jerami dan sampah-sampah setinggi 25 cm.
  4. Tutup lagi dengan campuran kotoran dan kencing ternak.
  5. Timbun bagian paling atas dengan abu sampai setebal ± 10 cm.
  6. Balik-balik campuran bahan kompos setelah berlangsung 15 hari, 30 hari dan60 hari.
  7. Setelah di proses selama 3 bulan kompos biasanya cukup matang.Agar pengomposan berhasil, buatlah atap naungan di atas bedenganpengomposan sebab air hujan dan penyinaran langsung matahari dapatmenggagalkan proses pengomposan.
Sumber : 

Sabtu, 17 Agustus 2013

Kebersihan sebagian dari IMAN

       Kebersihan adalah sebagian dari Iman, semua orang pasti tahu kata-kata itu dan juga sangat setuju dengan kata-kata itu. Tiap hari pasti bersih-bersih......, beres-beres......  Ga peduli itu bapaknya, ... ibunya..... dan anak2nya........ rame2 bergotong royong buat rutinitas kebersihan ini. sudah menjadi menu wajib di setiap rumah disetiap hari. Apa hasil dari acara itu ?   PASTI SAMPAH ! 
       Pertanyaan selanjutnya adalah "kemana sampah itu akan di buang ?"   Untuk Perumanah Harapan Elok, kita ada petugas pengangkut sampah yang walopun tidak tiap hari beroperasi ,tapi ya paling tidak kita jadi ga buang sampah sembarangan...........
        Tapi........... kenapa di pinggir jalan menuju Perumahan Harapan Elok baik yang dari arah pasar Babelan maupun dari arah Harapan Indah banyak berserakan sampah ?  Di kalinya juga banyak sampah......

        SEMOGA INI BUKAN ULAH PARA PENGHUNI PERUM HARAPAN ELOK !!!

Padahal saya yakin orang2 yang buang sampah disitu tahu " Kebersihan sebagian dari IMAN" 
Apa mereka sudah ga punya Iman ?  (maaf ya .......)  kadang juga dikasih tulisan "Dilarang Buang Sampah di sini KECUALI ANJING"  tapi...... tetep aja ada yang buang sampah, ato emang pelakunya bener2 anjing ?
 ( eh keceplosan........)
            
          Mari kita sama -sama berfikir dewasa,  "kalo rumah kita pengen bersih... lingkungan kita pengen bersih..... apa benar jika kita buang sampah di tempat yang tidak semestinya?   kita pengen lingkungan kita bersih,....... apa benar kita buang sampah dilingkungan orang lain ?   Jika kita pengen sekitar kita bersih , pasti orang lain juga begitu........
          Apa kita ikhlas jika ada yang buang sampah dilingkungan kita ?  PASTI TIDAK KAN  ?
Maka dari itu............. 
         Buat sodara 2 yang buang sampah di sekitar Perumahan Harapan Elok...................  tolong banget jangan di ulangi....  jangan dijadikan kebiasaan....   
Kami tahu Saudara Orang Beriman........Saudara Orang yang cinta kebersiha,..... Saudara juga bukan ANJING..............  
       BUANG  SAMPAH JANGAN DISEKITAR HARAPAN ELOK !!!!!!!
 
        


Senin, 21 Januari 2013

Perumahan Harapan Elok

      Berada dalam wilayah kelurahan Babelan Kota, Harapan Elok menjadi salah satu perumahan paling strategis karena memiliki akses termudah ke segala arah untuk memenuhi kebutuhan para penghuninya.
Menuju Pasar Babelan sebagai pusat perekonomian kec. Babelan, Harapan Elok hanya memerlukan 5 menit perjalanan mengunakan sepeda motor. Ke Polsek Babelan maupun Kantor Kec, Babelan Hanya sekitar 10 menit perjalanan, sementara untuk keperluan dunia pendidikan anak-anak, Harapan Elok sebuah taman kanak-kanak di dalam area perumahan itu sendiri. Untuk tingkat sekolah dasar bisa ke SD Negeri 01,02,09 dan 06.

         Untuk sarana dan fasilitas sosial Harapan Elok menyiapkan 5 titik lokasi tanah Fasos yang masing-masing berada di Blok A dengan luas 742 M2 , sementara di blok B ada 2 titik lokasi dengan luas 644 M2 dan 889 M2 . 2 titik lokasi selanjutnya ada di blok D seluas 671 M2 dan 3571 M2.  Untuk fasos yang dititik terakhir telah berdiri Masjid Al Ikhlas.




Rabu, 16 Januari 2013

Toko Fitrah

       Toko Fitrah   dengan alamat : Perumahan Harapan Elok Blok A1 No. 19,
melayani segala kebutuhan anda sehari-hari......................
      Membantu anda untuk lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari kami menyediakan mulai dari beras, minyak air mineral dan aneka sembako lainnya.
      Toko Fitrah  (Hadir Untuk Anda)